Dampak Negatif
Kolam yang dipenuhi eceng gondok yang sedang berbunga
Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng gondok antara lain:
- Meningkatnya evapotranspirasi
(penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), karena
daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat.
- Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga
menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen
dalam air (DO: Dissolved Oxygens).
- Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan
sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.
- Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat
yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan
dan beberapa daerah lainnya.
- Meningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia.
- Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan.
Penanggulangan
Karena eceng gondok dianggap sebagai
gulma yang
mengganggu maka berbagai cara dilakukan untuk menanggulanginya.
Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya antara lain:
- Menggunakan herbisida
- Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan
perairan
- Menggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok),
salah satunya adalah dengan menggunakan ikan grass carp (Ctenopharyngodon
idella) atau ikan koan. Ikan grass carp memakan akar eceng gondok,
sehingga keseimbangan gulma di permukaan air hilang, daunnya menyentuh
permukaan air sehingga terjadi dekomposisi dan kemudian dimakan ikan.
Cara ini pernah dilakukan di danau
Kerinci dan berhasil mengatasi eceng gondok di danau tersebut.[4]
- Memanfaatkan eceng gondok tersebut, misalnya sebagai bahan pembuatan
kertas, kompos, biogas[5],
perabotan[6],
kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan bagi jamur
merang, dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar